Senin, 10 Oktober 2016

BAB II

Pendahuluan
Teknologi informasi merupakan sesuatu yang sangat cepat perkembangannya sehinga kebutuhan informasi teraktual sangat dibutuhkan untuk mengikuti perklembangan jaman yang serba teknologi ini. Peran telematika sangatlah penting untuk dapat menyerap informasi dengan cepat, tepat, dan actual.

Teori

Arsitektur
Istilah arsitektur mengacu pada desain sebuah aplikasi, atau dimana komponen yang membentuk suatu sistem ditempatkan dan bagaimana mereka berkomunikasi. Jadi secara sederhana arsitektur telematika (What) yaitu sebuah struktur desain yang secara logic dapat meningkatkan hubungan jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Arsitektur mempunyai tiga elemen utama yaitu :

1.Arsitektur sistem pemrosesan
Menentukan standar teknis untuk hardware, lingkungan sistem operasi, dan software aplikasi, yang diperlukan untuk menangani persyaratan pemrosesan informasi perusahaan dalam spektrum yang lengkap.

2.Arsitektur telekomunikasi dan jaringan
Menentukan kaitan di antara fasilitas komunikasi perusahaan, yang melaluinya informasi bergerak dalam organisasi dan ke peserta dari organisasi lain, dan hal ini juga tergantung dari standar yang berlaku.

3.Arsitektur data
Dari ketugas arsitektur ini, bagian arsitektur data lah yang paling rumit dan sulit dalam implementasinya, menentukan organisasi data untuk tujuan referensi silang dan penyesuaian ulang, serta untuk penciptaan sumber informasi yang dapat diakses oleh aplikasi bisnis dalam lingkup luas.

-Dimana telematika digunakan (Where). Telematika digunakan pada alat-alat elektronik seperti telepon selular dan komputer. Dimana alat elektronik tersebut membutuhkan jaringan untuk dapat digunakan.

-Mengapa telematika digunakan (Why). Yaitu karena perkembangan zaman yang sangat pesat dimana kebutuhan akan informasi semakin meningkat agar lebih efektif. Informasi yang sering berubah-ubah dapat diakses dengan cepat.

-Bagaimana telamatika digunakan (How). Dengan penggunaan alat elektronik dan perkembangan yang semakin cepat, dengan adanya jaringan dan terhubung dengan internet semua akan didapat dengan mudah.

Arsitektur Telematika Sisi Client & Server

1.  Standalone (one-tier)
Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host.

Walaupun komputer client dipakai untuk mengakses mainframe, tidak ada pemrosesan yang terjadi pada mesin ini, dan karena mereka “dump-client” atau “dump-terminal”. Tipe model ini, dimana semua pemrosesan terjadi secara terpusat, dikenal sebagai berbasis-host. Sekilas dapat dilihat kesalahan pada model ini. Ada dua masalah pada komputasi berbasis host: Pertama, semua pemrosesan terjadi pada sebuah mesin tunggal, sehingga semakin banyak user yang mengakses host, semakin kewalahan jadinya. Jika sebuah perusahaan memiliki beberapa kantor pusat, user yang dapat mengakses mainframe adalah yang berlokasi pada tempat itu, membiarkan kantor lain tanpa akses ke aplikasi yang ada.
Pada saat itu jaringan sudah ada namun masih dalam tahap bayi, dan umumnya digunakan untuk menghubungkan terminal dump dan mainframe. Internet baru saja dikembangkan oleh pemerintah US dan pada saat itu dikenal sebagai ARPANET. Namun keterbatasan yang dikenakan pada user mainframe dan jaringan telah mulai dihapus.

2.   Client/Server (two-tier)
Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyak client dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan, seperti terlihat dalam gambar 1.2. Aplikasi ditempatkan pada komputer client dan mesin database dijalankan pada server jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan permintaan ke database yang mengirimkan kembali data ke client-nya.

Dalam client/server, client-client yang cerdas bertanggung jawab untuk bagian dari aplikasi yang berinteraksi dengan user, termasuk logika bisnis dan komunikasi dengan server database. Tipe-tipe tugas yang terjadi pada client adalah :

  Antarmuka pengguna
  Interaksi database
  Pengambilan dan modifikasi data
  Sejumlah aturan bisnis
  Penanganan kesalahan

Server database berisi mesin database, termasuk tabel, prosedur tersimpan, dan trigger (yang juga berisi aturan bisnis). Dalam sistem client/server, sebagian besar logika bisnis biasanya diterapkan dalam database. Server database manangani :

  Manajemen data
  Keamanan
  Query, trigger, prosedur tersimpan
  Penangan kesalahan

Arsitektur client/server merupakan sebuah langkah maju karena mengurangi beban pemrosesan dari komputer sentral ke komputer client. Ini berarti semakin banyak user bertambah pada aplikasi client/server, kinerja server file tidak akan menurun dengan cepat. Dengan client/server user dair berbagai lokasi dapat mengakses data yang sama dengan sedikit beban pada sebuah mesin tunggal. Namun masih terdapat kelemahan pada model ini. Selain menjalankan tugas-tugas tertentu, kinerja dan skalabilitas merupakan tujuan nyata dari sebagian besar aplikasi. Model client/server memiliki sejumlah keterbatasan :

  Kurangnya skalabilitas
  Koneksi database dijaga
  Tidak ada keterbaharuan kode
  Tidak ada tingkat menengah untuk

menangani keamanan dan transaksi
Aplikasi-aplikasi berbasis client/server memiliki kekurangan pada skalabilitas. Skalabilitas adalah seberapa besar aplikasi bisa menangani suatu kebutuhan yang meningkat – misalnya, 50 user tambahan yang mengakses aplikasi tersebut. Walaupun model client/server lebih terukur daripada model berbasis host, masih banyak pemrosesan yang terjadi pada server. Dalam model client/server semakin banyak client yang menggunakan suatu aplikasi, semakin banyak beban pada server.
Koneksi database harus dijaga untuk masing-masing client. Koneksi menghabiskan sumber daya server yang berharga dan masing-masing client tambahan diterjemahkan ke dalam satu atau beberapa koneksi. Logika kode tidak bisa didaur ulang karena kode aplikasi ada dalam sebuah pelaksanaan executable monolitik pada client. Ini juga menjadikan modifikasi pada kode sumber sulit. Penyusunan ulang perubahan itu ke semua komputer client juga membuat sakit kepala.
Keamanan dan transaksi juga harus dikodekan sebagai pengganti penanganan oleh COM+/MTS. Bukan berarti model client/server bukanlah merupakan model yang layak bagi aplikasi-aplikasi. Banyak aplikasi yang lebih kecil dengan jumlah user terbatas bekerja sempurna dengan model ini. Kemudahan pengembangan aplikasi client/server turut menjadikannya sebuah solusi menarik bagi perusahaan.
Pengembangan umumnya jauh lebih cepat dengan tipe sistem ini. Siklus pengembangan yang lebih cepat ini tidak hanya menjadikan aplikasi meningkat dan berjalan dengan cepat namun juga lebih hemat biaya.

3.    Three-Tier / Multi-Tier
Model three-tier atau multi-tier dikembangkan untuk menjawab keterbatasan pada arsitektur client/server. Dalam model ini, pemrosesan disebarkan di dalam tiga lapisan (atau lebih jika diterapkan arsitektur multitier). Lapisan ketiga dalam arsitektur ini masing-masing menjumlahkan fungsionalitas khusus. Yaitu :

  Layanan presentasi (tingkat client)
  Layanan bisnis (tingkat menengah)
  Layanan data (tingkat sumber data)

Layanan presentasi atau logika antarmuka pengguna ditempatkan pada mesin client. Logika bisnis dikeluarkan dari kode client dan ditempatkan dalam tingkat menengah. Lapisan layanan data berisi server database. Setiap tingkatan dalam model three-tier berada pada komputer tersendiri,

Konsep model three-tier adalah model yang membagi fungsionalitas ke dalam lapisan-lapisan, aplikasiaplikasi mendapatkan skalabilitas, keterbaharuan, dan keamanan.

Contoh kasus
Kejahatan Privasi
Kejahatan ini ditujukan terhadap informasi seseorang yang merupakan hal yang sangat pribadi dan rahasia. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materil maupun immaterial.
Nadim Kobeissi, seorang programmer sekaligus analis, yang mengetahui adanya potensi pelanggaran privasi ini. Nadim menemukan Windows 8 dikonfigurasi untuk segera memberitahu Microsoft atas seluruh aplikasi yang pengguna install. Tentu hal ini akan membahayakan privasi pengguna sebagai konsumen.
Persoalan itu ditambah dengan status Microsoft sebagai salah satu pusat pengumpulan dan pengambilan data. Status ini membuat Microsoft harus menyerahkan data konsumen yang dijadikan target oleh aparat keamanan dan hukum Amerika Serikat. Kondisi lebih buruk dapat terjadi bila Windows 8 beredar di negara yang dalam kekacauan politik atau menjadi lawan Amerika Serikat.
Bahkan problem ini dapat lebih buruk jika hacker dapat meng-intercept data komunikasi SmartScreen ke Microsoft. Hal itu mengakibatkan hacker dapat mengetahui berbagai aplikasi yang telah pengguna download dan install. Kemungkinan ini terlihat ketika Nadim menemukan bahwa koneksi menuju server Microsoft dari Windows 8 menggunakan SSL v2. SSL v2, menurut informasi Gizmodo.com (24/08), dikenal memiliki kelemahan keamanan dan rawan intercept.

Analisis
Dari kejadian di atas dapat disimpulkan bahwa jangan terlalu lengkap untuk memberikan informasi ke dalam akun akun soslial media, karena seseorang dapat dengan mudah mengakses data-data pribadi dengan mudah.

Refrensi
Link :
http://javamaniac.heck.in/contoh-kasus-telematika-pengantar-telema.xhtml

Rabu, 28 September 2016

Ceritakan dan jelaskan kondisi daerah di Indonesia yang saat ini masih krtertingalan iptek.

Perubahan zaman berdasarkan teknologi yang semakin maju. Ceritakan dan jelaskan kondisi daerah di Indonesia yang saat ini masih krtertingalan iptek.

Sebelum membahas tentang daerah yang ketertingalan iptek akan lebih baik kit amenjelaskan tentang teknologi dan masyarakat

Teknologi dan Masyarakat
             
Determinisme Teknologi beranggapan bahwa struktur yang ada di dalam masyarakat bergantung pada perkembangan teknologi dan beriringan dengan perkembangannya. Semakin berkembang teknologi yang ada di masyarakat, semakin canggih dan semakin banyak inovasi yang dibuat, maka masyarakat juga akan mengikuti alurnya menjadi semakin modern dan berkembang mengikuti semakin canggihnya inovasi teknologi yang ada. Teori ini menyatakan bahwa hubungan yang ada di antara masyarakat dan teknologi merupakan hubungan yang saling mempengaruhi, sehingga keberadaan dan perkembangan teknologi juga menentukan perkembangan dan perubahan sosial dan nilai-nilai budaya di dalam masyarakat. Selain itu, teori ini juga menyatakan bahwa teknologi adalah kunci yang penting dalam kekuatan menguasai serta mengendalikan masyarakat, dan hal ini membawa keyakinan bahwa perubahan sosial yang ada di dalam masyarakat yang terus berubah-ubah dikendalikan oleh inovasi teknologi yang terjadi.

Sejalan dengan pentingnya kehidupan sosial di masyarakat, determinisme teknologi juga melihat bahwa organisasi sosial dan juga kebudayaan yang ada dan terus berkembang di masyarakat merupakan hasil dari produksi teknologi dan komunikasi yang terus berkembang. Teknologi yang muncul di tengah-tengah masyarakat adalah sesuatu yang asli, yang muncul dari ide seseorang yang memiliki desain dan juga keaslian akan kegunaan dari teknologi itu sendiri. Manusia lain sebagai pengguna dalam teori ini dilihat sebagai bagian yang tidak benar-benar mengerti proses sampai teknologi itu bisa kita gunakan. Sehingga dalam praktisnya, kita akan menggunakan teknologi tersebut dan berusaha megadaptasikan diri kita dalam menggunakannya. Maka dari itu, perubahan inilah yang membawa masyarakat untuk terus meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukanadaptasi terhadap perubahan sistem yang ada di masyarakat beriringan dengan pengaplikasian teknologi yang telah diciptakan.

Dalam beradaptasi dan mengaplikasikan teknologi-teknologi baru yang muncul di masyarakat yang memang diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia, akan terjadi pergeseran-pergeseran nilai-nilai, kebiasaan, cara berinteraksi, cara berkomunikasi, serta sistem-sistem yang ada di masyarakat yang tentu akan membawa dampak yang paling jelas seperti perubahan sosial yang mencakup perubahan secara keseluruhan. Karena pada dasarnya, teknologi adalah hasil karya manusia yang tidak bias dilihat dari sudut pandang yang memandangnya sebagai aspek luar dari determinasi manusia itu sendiri.

Perkembangan IPTEK di Indonesia tidak merata sampai pelosok-pelosok negri ini misalnya masih ada desa yang tidak ada listrik, masih ada di desa – desa anak – anak yang ingin bersekolah saja harus menantang maut menyebrangi sungai tanpa jembatan, masih ada daerah yang untuk berobat saja harus ke kota besar karena tidak adanya alat kesehatan yang memadai di desa mereka.
Jika perkembangan IPTEK ini menyebar secra merata akan membantu SDM kita berkembang, dan mungkin tidak akan adalagi yang namanya “daerah tertingal”.

Apabila Pemerintah mencanangkan program pemerataan perkembangan IPTEK di Indonesia khusunya di daerah-daerah terpencil namun kaya akan sumber daya alam, maka kita dapat memanfaatkan sumber daya alam tersebut secara maksimal tanpa ada campur tangan pihak luar negeri yang hanya akan membodohi kita dan mengeksploitasi sumber daya alam kita saja. Misalnya saja, jika di daerah pertanian para petani diajarkan menggunakan komputer dan internet mungkin akan memudahkan para petani melihat prediksi cuaca agar padi yang ditanam dapat menghasilkan hasil yang lebih efisien, dan misalnya para petani juga dapat mengakses internet harga pasaran beras di Indonesia sehingga mereka tidak mudah dibohongi oleh para tengkulak yang membeli hasil panen mereka dengan harga yang sangat rendah. Tentu akan sangat bermanfaat apabila perkembangan IPTEK tersebar secara merata, terlebih diera globalisasi seperti sekarang ini. Jika kita buta akan teknologi, kita tidak dapat bersaing dengan negara lain. Dan tentu akan mengancam perekonomian negara kita. Untuk itu, wahai Pemerintah, wahai para penerus bangsa, sudah saatnya kita melek terhadap kemajuan IPTEK. Mari bekerjasama membangun Bangsa ini dengan IPTEK.

Sumber :             
        



Perkembangan penduduk di provinsi Jawa Timur daerah Mantingan

Mantingan
Adalah sebuah daerah yang berada di kabupaten Ngawi, mantingan ini terletak dekat dengan perbatasan jawa tengah.

Bahasa
Dari segi bahasa sehari - hari yang digunakan ialah bahasa jawa namun di provinsi jawa timur bhasanya seringkali diangap bahasa baku. Cirri khas bhasa jawa timur biasanya blak – blakan sehinga bahasa ini terkesan kasar.

Arsitektur bangunan
Bentuk bangunan jawa timur terutama daerah mantingan kabupaten ngawi ini masih banyak yang digunakan ialah rumah tradisional. Bentuk bangunan Jawa Timur bagian barat (seperti di Ngawi, Madiun, Magetan, dan Ponorogo) umumnya mirip dengan bentuk bangunan Jawa Tengahan (Surakarta). Bangunan khas Jawa Timur umumnya memiliki bentuk joglo, bentuk limasan (dara gepak), bentuk srontongan (empyak setangkep).

Alam
Daerah mantingan  masih sangat asri dengan keadan alamnya diaman dihampit oleh sungai bengawan solo dan gunung lawu.

Ekonomi
Penduduk setempat lebih memilih berkebun sebagia perekonomian utama masyarakatnya tetapi dengan seiringnya waktu banyak pemuda pemudi penduduk mantingan merantau ke kota kota untuk mengadu nasip sehinga hanya sebagian yang masih bertahan dengan perekonomian secara berkebun (bertani).

Agama
Mayoritas penduduk umumnya menganut agama islam, sebagian kecil menganut agama Kristen, katolik, dan hindu.

Kebudayaan
Dari segi budaya penduduknya masih mengemgam erat buda jawa yang sering kali dilakukan pada beberapa bulan sekali.

Teknologi

Di segi teknologi penduduk setempat yang lansia masih kurang peduli tentang perkembangan teknologi sebaliknya remaja dan anak – anak sangat mengerti dan mengikuti teknologi yang berkembang pesat.

Jumat, 13 Mei 2016

Ilmu Budaya Dasar

#Tugaz Kelompok IBD 
  Denny I
  Ramadhanu TY
  Ratu Anna S
  Teja D
“Kemanusiaan dan Keadilan”

   Kasus Kriminalisasi Pemulung

PN Jakpus pada 3 Mei 2010 memvonis bebas Chairul Saleh seorang pemulung yang dituduh memiliki ganja seberat 1,6 gram. Pria 38 tahun ini dipaksa mengakui memiliki ganja oleh sejumlah oknum polisi ini.

Orang nomor 1 di tubuh Polri waktu itu, Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri pun turun tangan untuk menindaklanjuti kasus dugaan rekayasa ini. Dia langsung menelpon Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono untuk meminta kepastian adanya rekayasa tersebut.

Dalam sidang disiplin Propam Polres Jakpus menjatuhkan hukuman kepada 4 polisi yang terlibat dalam rekayasa kasus kepemilikan ganja terhadap pemulung Chairul Saleh ini. Kanit Narkoba Polsek Kemayoran Aiptu Suyanto didemosi sedangkan penyidik Brigadir Rusli ditunda kenaikan pangkatnya selama 1 tahun.

Kemudian Aiptu Ahmad Riyanto ditunda kenaikan pangkat selama satu tahun, serta dimutasi secara demosi. Dan untuk Brigadir Dicky ditempatkan ke tempat khusus selama 7 hari.

   Solusi
           
               Solusinya adalah agar setiap masalah tidak langsung di tindak dalam sebelah pihak jadi tidak akan terjadinya kesalah pahaman antara dua pihak. Dalam Kasus Kriminalisasi Pemulung ini bisa di ambil solusi untuk mengatasi masalah ini dengan menindak lanjuti kasus polri yang sudah menuduh pemulung memiliki ganja seberat 1,6 gram dan pemulung tersebut harus di paksa mengakui memiliki ganja tersebut padahal pemulung tersebut tidak memiliki ganja yang di tuduhkan polisi tersebut. Maka para oknum polisi yang sudah menuduh pemulung tersebut harus menjalani hukuman seadil-adilnya dan untuk membuktikan pemulung itu tidak bersalah pemulung tersebut harus menjalani tes urin agar terbukti pemulung itu tidak menggunakan atau memiliki ganja yang seberat 1,6 gram. Apabila hasil negative maka pemulung itu harus di bebaskan namun, dan serta di beri tau jika menemukan brang yang bukan miliknya harus segera melapor ke pihak berwajib.

Senin, 18 April 2016

UPACARA ADAT PERNIKAHAN DAERAH MINANGKABAU

Tugas Kelompok IBD2  

Maria Yovinia
Muhamad Eko Saputra
Ingrid C
Teja Donarisman


Manusia dalam perjalanan hidupnya melalui tingkat dan masa-masa tertentu yang dapat kita sebut dengan daur-hidup. Tiap peralihan dari satu masa ke masa berikutnya merupakan saat kritis dalam kehidupan manusia itu sendiri.

Salah satu masa peralihan yang sangat penting dalam Adat Minangkabau adalah pada saat menginjak masa perkawinan. Masa perkawinan merupakan masa permulaan bagi seseorang melepaskan dirinya dari lingkungan kelompok keluarganya, dan mulai membentuk kelompok kecil miliknya sendiri, yang secara rohaniah tidak lepas dari pengaruh kelompok hidupnya semula. Dengan demikian perkawinan dapat juga disebut sebagai titik awal dari proses pemekaran kelompok.

Proses upacara perkawinan adat istiadat minangkabau dapat dibuat menjadi suatu urutan sebagai berikut :

1.      Maresek / penjajakan
2.      Maminang / batimbang tando
3.      Minta izin / Mahanta Siriah
4.      Babako / Babaki
5.      Malam Bainai
6.      Manjapuik Marapulai
7.      Penyambutan di rumah anak daro
8.      Tradisi usai akad nikah

1. Maresek
Maresek merupakan penjajakan pertama sebagai permulaan dari rangkaian tata-cara pelaksanaan pernikahan. Sesuai dengan sistem kekerabatan di Minangkabau yaitu matrilineal, pihak keluarga wanita mendatangi pihak keluarga pria. Lazimnya pihak keluarga yang datang membawa buah tangan berupa kue atau buah-buahan. Pelaksanaan penjajakan tidak perlu ayah-ibu atau mamak-mamak langsung dari si anak gadis yang akan dicarikan jodoh itu yang datang. Biasanya beberapa wanita yang berpengalaman diutus untuk mencari tahu apakah pemuda yang dituju berminat untuk menikah dan cocok dengan si gadis.




Prosesi ini bisa berlangsung beberapa kali perundingan sampai tercapai sebuah kesepakatan dari kedua belah pihak keluarga. Jika semuanya telah bersepakat untuk saling menjodohkan anak kemenakannya masing-masing dan segala persyaratan untuk itupun telah disetujui oleh pihak keluarga laki-laki dengan telangki, maka barulah selanjutnya ditentukan untuk mengadakan pertemuan secara lebih resmi oleh keluarga kedua belah pihak. Acara inilah yang disebut acara maminang.

2. Maminang/Batimbang Tando

Pada hari yang telah ditentukan, pihak keluarga anak gadis yang akan dijodohkan itu dengan dipimpin oleh mamak mamaknya datang bersama-sama ke rumah keluarga calon muda yang dituju. Lazimnya, untuk acara pertemuan resmi pertama ini diikuti oleh ibu dan ayah si gadis dan diiringkan oleh beberapa orang wanita yang patut-patut dari keluarganya. Biasanya rombongan yang datang juga telah membawa seorang juru bicara yang mahir berbasa-basi dan fasih berkata-kata jika sekiranya si mamak sendiri bukan orang ahli untuk itu. Untuk menghindarkan hal-hal yang dapt menjadi penghalang bagi kelancaran pertemuan kedua keluarga untuk pertama kali ini, lazimnya si telangkai yang marisiak, sebelumnya telah membicarakan dan mencari kesepakatan dengan keluarga pihak pria mengenai materi apa saja yang akan di bicarakan pada acara maminang itu. Apakah setelah meminang dan pinangan di terima lalu langsung dilakukaan acara batuka tando atau batimbang tando.



Batuka tando secara harfiah artinya adalah bertukar tanda. Kedua belah pihak keluarga yang telah bersepakat untuk saling menjodohkan anak kemenakannya itu saling memberikan tanda sebagai ikatan sesuai dengan hukum perjanjian pertunangan menurut adat Minagkabau yang berbunyi:
Btampuak lah buliah dijinjing.
Batali lah buliah diirik.
Artinya kalau tanda telah dipertukarkan dalan satu acara resmi oleh keluarga belah pihak, maka bukan saja antar kedua anak muda tersebut telah ada keterikatan dan pengesahan masyarakatan sebagai dua orang yang telah bertunangan, tetapi juga antar kedua keluarga pun telah terikatan untuk saling mengisi adat dan terikat untuk tidak dapat memutuskan secara sepihak perjanjian yang telah disepakati itu.

Barang-barang utama yang dibawa waktu meminang adalah sirih pinang lengkap. Apakah disusun dalam carano atau dibawa dengan kampia tak  menjadi persoalan.  Tidaklah di sebut beradat sebuah acara jika tidak ada sirih pinang lengkap.

Pada daun sirih yang dikunyah menimbulkan dua rasa di lidah, yaitu pahit dan manis, terkandung symbol-simbol tentang harapan dan kearifan manusia akan kekurangan-kekurangan mereka. Lazim saja selama pertemuan itu terjadi kekhilafan-kekhilafan baik dalam tindak-tanduk maupun dalam perkataan, maka dengan menyuguhkan sirih di awal pertemuan, maka segala yang janggal itu tidak akan jadi gunjingan.

Kalau disepakati sebelumnya bahwa pada acara maminang tersebut sekaligus juga akan dilangsungkan acara batuka tando atau batimbang tando maka benda yang akan dipertukarkan sebagai tanda itu juga dibawa dalam wadah yang sudah dihias. Benda yang dijadikan sebagai tanda untuk dipertukarkan lazimnya adalah benda-benda pusaka, sepertikeris, atau kain adat yang mengandung nilai sejarah bagi keluarga.

Pembicaran dalam acara maminang dan batuka tando ini berlangsung antara mamak atau wakil dari pihak keluarga si gadis dengan mamak atau wakil dari pihak keluarga pemuda. Bertolak dari penjajakan yang telah dilakukan sebelumnya, ada empat hal secara simultan yang dapat dibicarakan, dimufakati dan diputuskan oleh kedua belah pihak saat itu.

Tata Cara :

Setelah rombongan keluarga pihak wanita dipersilakan naik ke atas rumah dan didudukan di sekitar seprai yang telah ditata dengan makanan-makanan kecil, maka mamak atau juru bicara dari pihak keluarga wanita yang datang yang kan memulai pembicaraan menurut tata adat sopan santun Minang yang disebut pasambahan.

Sambah yang dilakukan dengan mengakat kedua telapak tangan dihadapan wajah ini, harus ditujukan kepada ninik mamak atau orang yang memang sudah ditentukan oleh keluarga pihak pria yang telah ditunjuk untuk itu. Inti pembicaraan pertama ialah pasambahan siriah, di mana juru bicara pihak keluarga yang datang menyuguhkan sirih lengkap yang dibawahnya untuk dicicipi oleh semua yang patut -patut dalam keluarga pihak laki-laki. Sirih yang disuguhkan itu juga tidak harus dimakan; dengan memegang atau mengupil secuil daun sirih itu saja juga sudah dianggap sah.

Setelah itu barulah juru bicara pihak yang datang menanyakan apakah mereka sudah boleh menyampaikan maksud dan tujuan dari kedatangan mereka itu. Jika lamaran telah diterima, maka dilangsungkanlah acara batuka tando. Tanda dari pihak keluarga perempuan yang meminang diserahkan olek ninik mamaknya kepada ninik mamak keluarga pria. Dan dari ninik mamak ini baru diteruskan kepada ibu dari calon mempelai wanita. Begitu pula sebaliknya.
Melamar: Menyampaikan secara resmi lamaran dari pihak kelurga si gadis kepada pihak keluarga si pemuda.

3. Minta Izin / Mahanta Siriah

Tata cara :

Pada hari yang telah ditentukan calon mempelai pria dengan membawa seorang kawan (biasanya teman dekatnya yang telah atau baru berkeluarga) pergi mendatangi langsung rumah isteri dari keluarga-keluarga yang patut dihormati. Kemudian menjelaskan segala rencana perhelatan yang akan diadakan oleh orang tuanya. Lalu minta izin (mohon doa) restu dan bila perlu minta petunjuk dan sifat yang diperlukan dalam rencana perkawinan. Terakhir tentu memohon kehadiran orang bersangkutan serta seluruh keluarganya pada hari-hari perhelatan tersebut.

Tata busana :

Untuk melaksanakan acara ini calon pengantin pria diharuskan untuk mengenakan busana khusus. Ada dua pilihan untuk itu yang lazim berlaku sampai sekarang di beberapa daerah di Sumatera Barat:
-          Mengenakan celana batik dengan baju ganting cina berkopiah hitam dan menyandang kain sarung pelekat (atau sarung bugis )
-          Mengenakan celana batik degan kemeja putih yang diluarnya dilapisi dengan jas, kerah kemeja ke luar menjepit leher jas. Tetap memakai kopiah dengan kain sarung pelekat yang disandang di bahu atau dilingkarkan di leher.

Bagi keluarga calon pengantin wanita yang bertugas melaksanakan acara ini yang disebut mahanta siriah, yaitu peralatan yang dibawa sesuai dengan namanya yaitu seperangkat daun sirih lengkap bersadah pinang yang telah tersusun rapi baik di letakkan diatas carano maupun di dalam kampia (tas yang terbuat dari daun pandan). Sebelum maksud kedatangan disampaikan maka sirih ini terlebih dahulu yang disuguhkan kepada orang yang didatangi. Ritual ini ditujukan untuk memberitahukan dan mohon doa untuk rencana pernikahannya. Biasanya keluarga yang didatangi akan memberikan bantuan untuk ikut memikul beban dan biaya pernikahan sesuai kemampuan.

4. Babako –Babaki

Pihak keluarga dari ayah calon mempelai wanita (disebut bako) ingin memperlihatkan kasih sayangnya dengan ikut memikul biaya sesuai kemampuan. Acara ini biasanya berlangsung beberapa hari sebelum acara akad nikah. Mereka datang membawa berbagai macam antaran.
    

 


Tata cara :

Menurut tradisi, gadis anak pusako yang akan kawin biasanya dijemput dulu oleh bakonya dan dibawa ke rumah keluarga ayahnya. Calon anak daro ini akan bermalam semalam di rumah bakonya dan pada kesempatan itu yang tua-tua akan memberikan petuah dan nasehat yang berguna bagi si calon pengantin sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan berumah tangga nanti.

Arak-arakan bako mengahantar anak pusako ini diiringkan oleh para ninik mamak dan ibu-ibu yang menjunjung berbagai macam antaran dan sering pula dimeriahkan dengan iringan pemain-pemain musik tradisional yang ditabuh sepanjang jalan. Barang yang dibawa bako :

1. Sirih lengkap dalam carano (sebagai kepala adat)
2. Nasi kuning singggang ayam (sebagai makanan adat)
3. Perangkat busana. Bisa berupa bahan pakaian atau baju yang telah dijahit, selimut dan lain-lain.
4. Perangkat perhiasan emas
5. Perangkat bahan mentah yang diperlukan di dapur untuk persiapan perhelatan, seperti beras, kelapa binatang-binatang ternak yang hidup, seperti ayam kambing atau kerbau.
6. Perangkat makanan yang telah jadi, baik berupa lauk pauk maupun kue-kue besar atau kecil.

5. Malam Bainai

Bainai berarti melekatkan tumbukan halus daun pacar merah atau daun inai ke kuku-kuku calon pengantin wanita. Filosofinya: Melindungi si calon pengantin wanita dari segala kejadian yang dapat mengganggu lancarnya perjalanan acara-acara yang akan dilaksanakan, baik yang didatangkan oleh manusia yang dengki maupun oleh setan-setan.



Tujuan:

a.       Untuk membersihkan dan mensucikan si calon pengantin secara lahiriah dan badaniah, serta untuk melakukan berbagai usaha agar si calon pengantin tampak lebih cantik dan cemerlang selam pesta-pesta perkawinannya.

b.      Untuk memberi kesempatan seluruh keluarga terdekat berkumpul menunjukan kasih sayang dan memberikan doa restunya kepada si calon pengantin.

Lazimnya acara ini berlangsung malam hari sebelum akad nikah. Tradisi ini sebagai ungkapan kasih sayang dan doa restu dari para sesepuh keluarga mempelai wanita. Perlengkapan lain yang digunakan antara lain air yang berisi keharuman tujuh macam kembang, daun iani tumbuk, payung kuning, kain jajakan kuning, kain simpai, dan kursi untuk calon mempelai. Calon mempelai wanita dengan baju tokah dan bersunting rendah dibawa keluar dari kamar diapit kawan sebayanya. Acara mandi-mandi secara simbolik dengan memercikkan air harum tujuh jenis kembang oleh para sesepuh dan kedua orang tua. Selanjutnya, kuku-kuku calon mempelai wanita diberi inai.

6. Manjapuik Marapulai

Ini adalah acara adat yang paling penting dalam seluruh rangkaian acara perkawinan menurut adat Minangkabau.



Tata Caranya:

a.       Manjapuik

Rombongan utusan dari keluarga calon mempelai wanita menjemput calon pengantin pria dan dibawa ke rumah calon pengantin wanita untuk melangsungkan akad nikah. Secara umum menurut ketentuan adat yang lazim, dalam menjemput calon pengantin pria ini pihak keluarga calon pengantin wanita harus membawa tiga bawaan wajib, yaitu: Pertama, sirih lengkap dalam cerana menandakan datangnya secra beradat. Kedua, pakaian pengantin lengkap dari tutup kepala sampai ke alas kaki yang akan dipakai oleh calon pengantin pria. Ketiga, nasi kuning singgang ayam dan lauk-pauk yang telah dimasak serta makanan dan kue-kue lainnya sebagai buah tangan.

b.       Sambah Manyambah

Setelah sampai di rumah calon mempelai pria dan telah dipersilakan duduk di atas rumah ninik mamak, juru bicara calon mempelai wanita membuka kata dengan mempersembahkan sirih kepada keluarga yang patut-patut diatas rumah itu terlebih dahulu. Kemudian baru menyampaikan maksud kedatangan yang ditujukan kepada wakil (ninik mamak) calon mempelai pria yang telah ditujuk untuk itu. Pengutaran maksud dan jawabannya dilakukan dengan pepatah petitih Minang. Inilah yang disebut acara : “Sambah menyambah”. Filosofinya: Untuk sebuah acara yang sakral semacam perkawinan tentulah diperlukan pembicaraan dan sikap yang lebih tertib dan sopan santun seremonial dibandingkan dengan pembicaraan-pembicaraan keseharian.

c.        Mananyokan gala

Pada kesempatan tersebut selain dari mengutarakan maksud kedatangan jika calon menantu tersebut juga berasal dari minang maka waktu itu juga dengan sambah manyambah langsung ditanyakan siapa gelar yang telah diberikan oleh ninik mamak kaum kepada anak kemenakan mereka yang akan dikawinkan itu. Namun jika calon menantu tersebut bukan orang Minang, maka acara pemberian gelar diberikan oleh keluarga ayah calon anak daro selesai acara akad nikah. Filosofinya: Untuk semenda-semenda dari Minang disebut “Ketek banamo-Gadang bagala”, sedangkan untuk semenda-semenda diluar Minang, disebut : Inggok mancangkam Tambang basitumpu.

d.      Tari galombang dan carano

Jika acara di rumah calon mempelai pria telah selesai, si calon telah didandani lalu diiringkan bersama-sama menuju rumah Calon mempelai wanita. Di sini dilakukan penyambutan Adat yaitu :

-           Payung Kuning

Seturunnya dari mobil calon mempelai pria harus segera disambut dengan memayunginya dengan payung kuning. Filosofinya: Calon pengantin pada hari perkawinanya. Ditinggikan sarantiang didahulukan salangkah artinya harus diperlakukan sebagai orang penting dengan segala atributnya.

-          Tari Galombang

Lalu disambut oleh pemuda-pemuda dalam lingkungan kampung si calon anak daro dengan tari Galombang. Filosofinya: Tibo basongsong – dan keselamatan orang datang harus dijaga oleh pemuda-pemuda tsb yang dalam pola kekerabatan di Minang disebut “Parik Paga dalam Nagari”. Merekalah yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban kampung halamannya termasuk menjaga keselamatan tamu-tamu yang datang.

-          Persembahan Carano

Penyambutan yang dilakukan di jalan raya di depan rumah calon mempelai wanita ini dilanjutkan lagi dengan tari carano oleh sejumlah dara-dara Minang yang disebut Limpapeh Rumah Nan Gadang. Mereka mempersembahkan sirih lengkap dalam carano adat kepada orang tua dan ninik mamak keluarga calon mempelai pria dan terakhir kepada si calon sendiri. Filosofinya: tagak Adat (tagak carano). Sirih lengkap dalam wadahnya yang disuguhkan kepada orang-orang yang dihormati itu berarti acara dilaksanakan secara beradat.

-          Pasambahan Manyarahkan Anak kamanan

Selesai penyambutan dengan tari-tarian ini, maka di pintu pekarangan rumah calon mempelai wanita dilangsungkan lagi acara sambah-manyambah antara dua orang ninik mamak yang telah ditunjuk untuk mewakil kedua keluarga itu. Persembahan dengan pepatah petitih minang ini bertujuan pokok dimana pihak keluarga calon pengantin pria menitipkan anak kemenakannya untuk dikawinkan dan mohon untuk dapat diterima diperlakukan pula sebagai anak kemenakan kandung sendiri dalam keluarga calon mempelai wanita. Filosofinya: tatungkuik samo makan tanah-talilantang samo minum ambun. Artinya perlakukan calon menantu itu sebagai anak kemenakan sendiri. Sakit sama merasakan sakit-senang sama menikmati kesenangan.

-          Manapak Kain Jajaka Putih

Menapak ke dalam pekarangan sebelum masuk ke dalam rumah dilakukan lagi penyambutan adat oleh perempuan-perempuan tua di lingkungan keluarga calon mempelai wanita. Mereka juga memegang wadah yang berisi beras kuning untuk ditaburkan kepada calon mempelai pria. Ini bermakna doa restu dari seluruh keluarga yang menunggu bagi calon menantu mereka. Setelah itu secara simbolik dituangkanlah beberapa tetes air ke sepatu calon menantu untuk selanjutnya dikembangkan kain jajakan putih yang terbentang dari tempat tersebut sampai ke tempat dimana acara akad nikah akan dilangsungkan. Kain jajakan putih ini hanya boleh diinjak dan dilalui oleh si calon Pengantin. Filosofinya: Perkawinan harus dilakukan hanya dengan niat yang suci dan hati yang bersih sesuci yang datang, sesuci itu pula hati yang menerima.


7. PENYAMBUTAN DI RUMAH ANAK DARO

Tradisi menyambut kedatangan calon mempelai pria di rumah calon mempelai wanita lazimnya merupakan momen meriah dan besar. Diiringi bunyi musik tradisional khas Minang yakni talempong dan gandang tabuk, serta barisan Gelombang Adat timbal balik yang terdiri dari pemuda-pemuda berpakaian silat, serta disambut para dara berpakaian adat yang menyuguhkan sirih. Sirih dalam carano adat lengkap, payung kuning keemasan, beras kuning, kain jajakan putih merupakan perlengkapan yang biasanya digunakan. Keluarga mempelai wanita memayungi calon mempelai pria disambut dengan tari Gelombang Adat Timbal Balik. Berikutnya, barisan dara menyambut rombongan dengan persembahan sirih lengkap. Para sesepuh wanita menaburi calon pengantin pria dengan beras kuning. Sebelum memasuki pintu rumah, kaki calon mempelai pria diperciki air sebagai lambang mensucikan, lalu berjalan menapaki kain putih menuju ke tempat berlangsungnya akad.

8. Tradisi Usai Akad Nikah

Ada lima acara adat Minang yang lazim dilaksanakan setelah akad nikah. Yaitu memulang tanda, mengumumkan gelar pengantin pria, mengadu kening, mengeruk nasi kuning dan bermain coki. 

-          Mamulangkan Tando

Setelah resmi sebagai suami istri, maka tanda yang diberikan sebagai ikatan janji sewaktu lamaran dikembalikan oleh kedua belah pihak. 

-          Malewakan Gala Marapulai

Mengumumkan gelar untuk pengantin pria. Gelar ini sebagai tanda kehormatan dan kedewasaan yang disandang mempelai pria. Lazimnya diumumkan langsung oleh ninik mamak kaumnya. 

-          Balantuang Kaniang atau Mengadu Kening

Pasangan mempelai dipimpin oleh para sesepuh wanita menyentuhkan kening mereka satu sama lain. Kedua mempelai didudukkan saling berhadapan dan wajah keduanya dipisahkan dengan sebuah kipas, lalu kipas diturunkan secara perlahan. Setelah itu kening pengantin akan saling bersentuhan. 

-          Mangaruak Nasi Kuniang

Prosesi ini mengisyaratkan hubungan kerjasama antara suami isri harus selalu saling menahan diri dan melengkapi. Ritual diawali dengan kedua pengantin berebut mengambil daging ayam yang tersembunyi di dalam nasi kuning. 

-          Bamain Coki

Coki adalah permaian tradisional Ranah Minang. Yakni semacam permainan catur yang dilakukan oleh dua orang, papan permainan menyerupai halma. Permainan ini bermakna agar kedua mempelai bisa saling meluluhkan kekakuan dan egonya masing-masing agar tercipta kemesraan. 





Sabtu, 09 April 2016

TUGAS 2 INDIVIDU

 ILMU BUDAYA DASAR

Harapan adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud. Namun adakalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.

Harapan pada diri sendiri mengenai masa sekarang dan masa depan saya, untuk masa ini adalah belajar dengan giat agar mendapatkan nilai yang baik dalam perkuliahan sehinga di masa yang akan dating menjadi lebih mudah untuk mengerjakan TA yang akan dilaksanakan dan harapan saya untuk masa depan yaitu lulus tepat waktu lalu, mendapakan kemudahan untuk mencari pekerjaan, dan akan lebih mudah untuk mengapai apa yang akan diinginkan.


Harapan untuk anak Indonesia dapat menjadi generasi yang lebih baik dari generasi sebelumnya dan dapat membagakan nama Negara di mata dunia, dan lebih memntikan orang tua serta pelajaran bukan mementingkan ego,  karana jika lebih mementikan ego tiada habisnya. Intinya jadilah anak yang dapat dibangakan oleh orang tua di bidang plajaran dan menjadi contoh yang baik untuk generasi – generasi yang akan dating. 

Minggu, 06 Maret 2016

Tuga 1


Ilmu Budaya Dasar

Pendahuluan

Budaya merupakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh seseorang, dan tentunya kebudayan dari daerah tertentu berbeda dengan daerah lain. Missal kebudayaan orang jawa dan batak berbeda drastis, oleh sebab itu dalam pembahasan ini, akan membahas tentang hubungan antara 2 orang yang memiliki latar budaya yang berbeda yaitu jawa dan batak.

Teori

Kebudayaan adalah kebiasaan seseorang yang berkemabang, dan diturunkan dari generasi ke generasi. Kebudayaan terbentuk dari banyak unsur, yaitu sistem agama dan politik, adat istiadat, bangunan, bahasa, perkakas, pakaian, dan karya seni.
Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berbicara dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat cara berbicaranya atau logat dalam bicara. "Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" di Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.

a.       Suku jawa

Nenek moyang masyarakat Jawa adalah orang purba yang berasal dari Austronesia, sebuah spesies yang diperkirakan berasal dari sekitaran Taiwan dan bermigrasi melewati Filipina sebelum akhirnya tiba di pulau Jawa pada tahun 1.500 dan 1.000 sebelum masehi. Suku etnis Jawa memiliki banyak sub-etnis seperti misalnya orang Mataram, orang Cirebon, Osing, Tengger, Boya, Samin, Naga, Banyumasan, dan masih banyak lagi. Dewasa ini, mayoritas suku Jawa memproklamirkan diri mereka sebagai orang Muslim dan minoritasnya sebagai Kristen dan Hindu. Terlepas dari agama yang mereka anut, peradaban suku Jawa tidak pernah bisa dilepaskan dari interaksi mereka terhadap animisme asli yang bernama Kejawen yang telah berjalan selama lebih dari satu milenium, dan pengaruh kejawen tersebut juga masih banyak bisa kita temui dalam sejarah Jawa, kultur, tradisi, dan bidang seni lainnya. Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan mengenaisejarah asal usul suku jawa berikut ini yang telah Kumpulan Sejarah rangkum dari berbagai sumber.

b.       Suku batak

Orang Batak adalah penutur bahasa Austronesia namun tidak diketahui kapan nenek moyang orang Batak pertama kali bermukim di Tapanuli dan Sumatera Timur. Bahasa dan bukti-bukti arkeologi menunjukkan bahwa orang yang berbahasa Austronesia dariTaiwan telah berpindah ke wilayah Filipina dan Indonesia sekitar 2.500 tahun lalu, yaitu pada zaman batu muda (Neolitikum). Peter Bellwood, Prehistory of the Indo-Malaysian Archipelago, Revised edition, University of Hawaii Press, Honolulu, 1997. Karena hingga sekarang belum ada artefak Neolitikum (Zaman Batu Muda) yang ditemukan di wilayah Batak maka dapat diduga bahwa nenek moyang Batak baru bermigrasi ke Sumatera Utara pada zaman logam.

Analisis
Pada penganalkisisan ini dapat disimpulakan antara budaya orang jawa dan orang batak dimana :

a.       Bahasa
Orang batak bisany berbahasa keras dan lantang, sedangkan orang jawa berbahas lembut dan ramah

b.       Sifat
Orang batak bersifat keras dan pemberani, sedangakn orang jawa bersifat lembut dan pemalu

c.        Makanan
Orang batak biasanya suka demgan makannan yang pedas, sementara itu orang jawa suka dengan makannan  yang manis

Refrensi

Daniel Perret dan Jean Couteau, Indonesia Persilangan Kebudayaan, Jakarta 2002