Kamis, 02 Mei 2013

Sofskill ke 9-10


PROSES ORGANISASI
Dalam Organisasi tentunya terdapat proses-proses yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Seperti, Proses mempengaruhi pengambilan keputusan dan komunikasi adalah proses-proses manejerial karena secara nyata dilaksanakan oleh para manajer. Proses-proses ini juga merupakan proses-proses organisasional karena lebih penting daripada manajer individual dalam pengaruhny apada pencapaian tujuan–tujuan organisasi. Ketiga proses organisasi dan manejemen ini merupakan bagian vital sistem organisasi formal dan mempunyai implikasi-implikasi sangat penting terhadap perilaku organisasi.
Didalam proses organisasi terdapat beberapa proses pendukung lainnya yaitu antara lain :
1.        Proses memahami
Merupakan proses untuk memmpengaruhi yaitu suatu bentuk kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok. Proses ini biasanya diterapkan untuk mengerti suatu bentuk kebiasaan atau perilaku dari anggota organisasi sehingga dapat melihat dan memehami karakterisitik dari sebuah organisasi itu sendiri.
       2.    Proses Pengambilan Keputusan
Keputusan dari seorang pemimpin tidak datang secara tiba-tiba, tetapi melalui suatu proses. Pengambilan keputusan yang akan diwujudkan menjadi kegiatan kelompok merupakan hak dan kewajiban pucuk pimpinan berupa wewenang dan wewenang itu dapat dilimpahkan.
Pengambilan keputusan oleh seorang pemimpin yang bersifat apriori (berburuk sangka) selalu merupakan proses, baik yang berlangsung dalam pikiran maupun dalam kegiatan oprasioal pemecahan masalah. Proses pengambilan keputusan itu berlangsung dengan Konsep sebagai berikut :
-          Identifikasi dan diagnosis masalah
-          Pengumpulan dan analisis data yang relevan
-          Pengembangan & evaluasi alternantif
-          Pemilihan alternatif terbaik
-          Implementasi keputusan & evaluasi terhadap hasil -hasil
a.  Tipe –Tipe Keputusan Manajemen
Keputusan-keputusan perseorangan dan strategi
Kepusan-keputusan pribadi dan strategi
Keputusan-keputusan dasar dan rutin
Sementara itu tahapan-tahapan dalam proses pengambilan keputusan dapat dikemukakan sebagai berikut :
3.  Proses Pengambilan Keputusan
a.  Model-model Pengambilan Keputusan
    Relationalitas Keputusan
    Model-model perilaku pengambilan keputusan
b.  Teknik Pengambilan Keputusan
    Teknik -teknik Kreatif: Brainstorming & Synectics
    Teknik -teknik Partisipatif
    Teknik -teknik pengambilan keputusan Modern : Teknik Delphi, Teknik Kelompok Nominal

Kesimpulan :
                Dalam Organisasi tentunya terdapat proses-proses yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Seperti, Proses mempengaruhi pengambilan keputusan dan komunikasi adalah proses-proses manejerial karena secara nyata dilaksanakan oleh para manajer.
Didalam proses organisasi terdapat beberapa proses pendukung lainnya yaitu antara lain :
1.        Proses memahami
2.       Proses Pengambilan Keputusan
Keputusan dari seorang pemimpin tidak datang secara tiba-tiba, tetapi melalui suatu proses.

Sumber :
 www.google.com



Kamis, 25 April 2013

Softskill Minggu 7-8


Organisasi dan Metode "Dinamika Konflik" Softskill (Minggu 7-8)
Softskill (Minggu 7-8)
Dinamika Konflik
Konflik adalah segala macam interaksi pertentangan atau antagonistik antara dua atau lebih pihak. Timbulnya konflik atau pertentangan dalam organisasi, merupakan suatu kelanjutan dari adanya komunikasi dan informasi yang tidak menemui sasarannya. Konflik dilatar belakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang di bawa individu dalam suatu interaksi.
Jenis-Jenis Konflik
Adapun mengenai jenis-jenis konflik, dikelompokkan sebagai berikut :
  Person rile conflict  :  konflik peranan yang terjadi didalam diri seseorang.
  Inter rule conflict                   :  konflik antar peranan, yaitu persoalan timbul karena satu orang menjabat satu    atau lebih fungsi yang saling bertentangan.
  Intersender conflict                :  konflik yang timbuk karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang.
  Intrasender conflict                : konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan.
Selain pembagian jenis konflik di atas masih ada pembagian jenis konflik yang dibedakan menurut pihak-pihak yang saling bertentangan, yaitu :
  Konflik dalam diri individu
  Konflik antar individu
  Konflik antar individu dan kelompok
  Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
  Konflik antar organisasi
Individu-individu dalam organisasi mempunyai banyak tekanan pengoperasian organisasional yang menyebabkan konflik. Secara lebih konseptual litteral mengemukakan empat penyebab konflik organisasional, yaitu :
  Suatu situasi dimana tujuan-tujuan tidak sesuai
  Keberadaan peralatan-peralatan yang tidak cocok atau alokasi-alokasi sumber daya yang tidak sesuai
   Suatu masalah yang tidak tepatan status
  Perbedaan presepsi
Didalam organisasi terdapat empat bidang structural, dan dibidang itulah konflik sering terjadi, yaitu :
-           Konflik hirarkis adalah konflik antar berbagai tingkatan organisasi
-          Konflik fungsionala adalah konflik antar berbagai departemen fungsional organisasi
-          Konflik lini-staf adalah konflik antara lini dan staf
-          Konflik formal informal adalah konflik antara organisasi formal dan organisasi informal.
Secara tradisional pendekatan terhadap konflik organisasional adalah sangat sederhana dan optimistik. Pendekatan tersebut didasarkan atas tiga anggapan, yaitu :
-          Konflik dapat di hindarkan
-          Konflik diakibatkan oleh para pembuat masalah, pengacau dan primadona
Bentuk-bentuk wewenang legalistic
Korban diterima sebagai hal yang tak dapat dielakkan
Apabila keadaan tidak saling mengerti serta situasi penilaian terhadap perbedaan antar anggota organisasi itu makin parah sehingga konsesus sulit dicapai, sehingga konflik tak terelakkan. Dalam hal ini pimpinan dapat melakukan berbagai tindakan tetapi harus melihat situasi dan kondisinya, yaitu :
-          Menggunakan kekuasaan
-          Konfrontasi
-          Kompromi
-          Menghaluskan situasi
-          Mengundurkan diri
Bila dilihat sekilas sepertinya konflik itu sangat sulit untuk dihindari dan diselesaikan, tetapi dalam hal ini jangan beranggapan bahwa dengan adanya konflik berarti organisasi tersebut telah gagal. Karena bagaimanapun sulitnya suatu konflik pasti dapat diselesaikan oleh para anggota dengan melihat persoalan serta mendudukannya pada proporsi yang wajar.
Sumber-Sumber Konflik
a.  Kebutuhan untuk membagi (sumber daya-sumber daya) yang terbatas
b.  Perbedaan-perbedaan dalam berbagai tujuan
c.  Saling ketergantungan dalam kegiata-kegiatan kerja
d.  Perbedaan nilai-nilai atau presepsi
e.  Kemandirian organisasional
f.  Gaya-gaya individual
Strategi Penyelesaian Konflik
Mengendalikan konflik berarti menjaga tingakat konflik yang kondusif bagi perkembangan organisasi sehingga dapat berfungsi untuk menjamin efektivitas dan dinamika organisasi yang optimal. Namun bila konflik telah terlalu besar dan disfungsional, maka konflik perlu diturunkan intensitasnya, antara lain dengan cara :
1.  Mempertegas atau menciptakan tujuan bersama. Perlunya dikembangkan tujuan kolektif di antara dua atau lebih unit kerja yang dirasakan bersama dan tidak bisa dicapai suatu unit kerja saja.
2.  Meminimalkan kondisi ketidak-tergantungan. Menghindari terjadinya eksklusivisme diatara unit-unit kerja melalui kerjasama yang sinergis serta membentuk koordinator dari dua atau lebih unit kerja.
3.  Memperbesar sumber-sumber organisasi seperti : menambah fasilitas kerja, tenaga serta anggaran sehingga mencukupi kebutuhan semua unit kerja.
4.  Membentuk forum bersama untuk mendiskusikan dan menyelesaikan masalah bersama. Pihak-pihak yang berselisih membahas sebab-sebab konflik dan memecahkan permasalahannya atas dasar kepentingan yang sama.
5.  Membentuk sistem banding, dimana konflik diselesaikan melalui saluran banding yang akan mendengarkan dan membuat keputusan.
6.  Pelembagaan kewenangan formal, sehingga wewenang yang dimiliki oleh atasan atas pihak-pihak yang berkonflik dapat mengambil keputusan untuk menyelesaikan perselisihan.
7.  Meningkatkan intensitas interaksi antar unit-unit kerja, dengan demikian diharapkan makin sering pihak-pihak berkomunikasi dan berinteraksi, makin besar pula kemungkinan untuk memahami kepentingan satu sama lain sehingga dapat mempermudah kerjasama.
8.  Me-redesign kriteria evaluasi dengan cara mengembangkan ukuran-ukuran prestasi yang dianggap adil dan acceptable dalam menilai kemampuan, promosi dan balas jasa.
Ada tiga metode penyelesaian konflik yang sering digunakan, yaitu dominasi atau penekanan, kompromi, dan pemecahan masalah integratif.
Dominasi atau penekanan. Dominasi atau penekanan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
1.  Kekerasan (forcing) yang bersifat penekanan otokratik.
2.  Penenangan (smoothing), merupakan cara yang lebih diplomatis.
3.  Penghindaran (avoidance) dimana manajer menghindar untuk mengambil posisi yang tegas.
4.  Aturan mayoritas (majority rule), mencoba untuk menyelesaikan konflik antar kelompok dengan melakukan pemungutan suara (voting) melalui prosedur yang adil.
Kompromi, manajer mencoba menyelesaikan konflik melalui pencarian jalan tengah yang dapat diterima oleh pihak yang bertikai. Bentuk- bentuk kompromi meliputi:
Pengertian Motivasi
Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup. Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. Seseorang yang mempunyai motivasi berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan.
Motivasi dapat berupa motivasi intrinsic dan ekstrinsic. Motivasi yang bersifat intinsik adalah manakala sifat pekerjaan itu sendiri yang membuat seorang termotivasi, orang tersebut mendapat kepuasan dengan melakukan pekerjaan tersebut bukan karena rangsangan lain seperti status ataupun uang atau bisa juga dikatakan seorang melakukan hobbynya. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah manakala elemen elemen diluar pekerjaan yang melekat di pekerjaan tersebut menjadi faktor utama yang membuat seorang termotivasi seperti status ataupun kompensasi.
Teori- Teori Motivasi
Banyak teori motivasi yang dikemukakan oleh para ahli yang dimaksudkan untuk memberikan uraian yang menuju pada apa sebenarnya manusia dan manusia akan dapat menjadi seperti apa. Landy dan Becker membuat pengelompokan pendekatan teori motivasi ini menjadi 5 kategori yaitu teori kebutuhan,teori penguatan,teori keadilan,teori harapan,teori penetapan sasaran.
Kesimpulan:
Konflik adalah segala macam interaksi pertentangan atau antagonistik antara dua atau lebih pihak.  Adapun mengenai jenis-jenis konflik, dikelompokkan sebagai berikut :
-          Person rile conflict
-          Inter rule conflict
-          Intersender conflict
-          Intrasender conflict 
Individu-individu dalam organisasi mempunyai banyak tekanan pengoperasian organisasional yang menyebabkan konflik
Sumber:
 www.google.com

Rabu, 10 April 2013

Sofskill Minggu Ke 5 dan 6


Tipe atau Bentuk Organisasi
  

TIPE-TIPE ORGANISASI

Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka. Namun dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.

1.      ORGANISASI FORMAL
           
Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).

2.      ORGANISASI INFORMAL

Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:

A. Organisasi Primer,
organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.

B. Organisasi Sekunder,
Organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.

3.      TIPE ORGANISASI BERDASARKAN SASARAN POKOK MEREKA

Organisasi yang didirikan tentu memiliki sasaran yang ingin dicapai secara maksimal. Oleh karenanya suatu organisasi menentukan sasaran pokok mereka berdasarka kriteria-kriteria organisasi tertentu. Adapun sasaran yang ingin dicapai umumnya menurut J Winardi adalah:

a. Organisasi berorientasi pada pelayanan (service organizations)
 yaitu organisasi yang berupaya memberikan pelayanan yang profesional kepada anggotanya maupun pada kliennya. Selain itu siap membantu orang tanpa menuntut pembayaran penuh dari penerima servis.
b.Organisasi yang berorientasi pada aspek ekonomi (economic organizations)
 yaitu organisasi yang menyediakan barang dan jasa sebagai imbalan dalam pembayaran dalam bentuk tertentu.
c.Organisasi yang berorientasi pada aspek religius (religious organizations)
d.Organisasi-organisasi perlindungan (protective organizations)
e.Organisasi-organisasi pemerintah (government organizations)
f.Organisasi-organisasi sosial (social organizations)

BENTUK-BENTUK ORGANISASI

ORGANISASI POLITIK

Organisasi politik adalah organisasi atau kelompok yang bergerak atau berkepentingan atau terlibat dalam proses politik dan dalam ilmu kenegaraan, secara aktif berperan dalam menentukan nasib bangsa tersebut. Organisasi politik dapat mencakup berbagai jenis organisasi seperti kelompok advokasi yang melobi perubahan kepada politisi, lembaga think tank yang mengajukan alternatif kebijakan, partai politik yang mengajukan kandidat pada pemilihan umum, dan kelompok teroris yang menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan politiknya. Dalam pengertian yang lebih luas, suatu organisasi politik dapat pula dianggap sebagai suatu sistem politik jika memiliki sistem pemerintahan yang lengkap.
Organisasi politik merupakan bagian dari suatu kesatuan yang berkepentingan dalam pembentukan tatanan sosial pada suatu wilayah tertentu oleh pemerintahan yang sah. Organisasi ini juga dapat menciptakan suatu bentuk struktur untuk diikuti.

ORGANISASI SOSIAL

Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.

ORGANISASI MAHASISWA

Organisasi mahasiswa adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa. Organisasi ini dapat berupa organisasi kemahasiswaan intra kampus, organisasi kemahasiswaan ekstra kampus, maupun semacam ikatan mahasiswa kedaerahan yang pada umumnya beranggotakan lintas-kampus. Sebagian organisasi mahasiswa di kampus Indonesia juga membentuk organisasi mahasiswa tingkat nasional sebagai wadah kerja sama dan mengembangkan potensi serta partisipasi aktif terhadap kemajuan Indonesia, seperti organisasi Ikahimbi dan ISMKI. Di luar negeri juga terdapat organisasi mahasiswa berupa Perhimpunan Pelajar Indonesia, yang beranggotakan pelajar dan mahasiswa Indonesia.

ORGANISASI SEKOLAH

Organisasi sekolah adalah organisasi yang dibentuk atas inisiatif siswa maupun guru disuatu sekolah , seperti OSIS , koperasi sekolah,dll.

ORGANISASI NEGARA

Organisasi negara adalah struktur goverment pemerintahan di suatu negara yang menentukan jalanya pemerintahan dengan lancar.

Struktur atau skema organisasi

1.      SKEMA ORGANISASI

Skema atau bagan organisasi adalah suatu lukisan yang dimaksudkan untuk menggambarkan susunan organisasi baik mengenai fungsi, bidang, tingkatan maupun rentang kendalinya, yang memberikan manfaat bagi organisasi tersebut dan juga adanya keterikatan antara satu bagian dengan bagian yang lain di mana dapat saling membantu antar bagian jika ada kesulitan dan juga dapat menyelesaikan suatu masalah dengan musyawarah untuk mencapai mufakat.
2.      Macam-macam Skema Organisasi:

a. Berdasarkan teknik atau cara membuatnya:
-          Skema organisasi Tegak Lurus dari atas kebawah
-          Skema organisasi Mendatar dari kiri kekanan
-          Skema organisasi gabungan Tegak Lurus dan Mendatar
-          Skema organisasi Lingkaran
-          Skema organisasi Gambar
b. Berdasarkan isi atau fungsi didalamnya
 
Skema Organisasi Fungsional
Menjelaskan tentang letak dari fungsi-fungsi tugas dalam hubungannya dengan fungsi-fungsi yang lain dan saling berkaitan antara satu dengan yang lain.

Skema Organisasi Jabatan
Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan jabatan masing-masing, tetang cara bekerja, apa yang harus ia lakukan dan pencapaian yang ia dapatkan.

Skema Organisasi Nama
Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan nama-nama para pejabat yang bersangkutan, yang mengejarkan pekerjaan sesuai dengan bidangnya

Skema Organisasi Nama dan Jabatan
Menggabungkan antara masing-masing jabatan dengan masing-masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.

Skema Organisasi Struktur
Menjelaskan tingkatan jenjang antara unit-unit dalam organisasi tersebut, dan juga fungsi-fungsi antara bagian-bagian itu satu sama lain yang saling berhubungan dan juga saling membantu.

KESIMPULAN :

Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Informal di kelompokan menjadi 2 yaitu : Organisasi Primer, Organisasi Sekunder.

Macam-macam Skema Organisasi di bagi menjadi 2 yaitu :

a. Berdasarkan teknik atau cara membuatnya

b.  Berdasarkan isi atau fungsi didalamnya di bagi menjadi beberapa bagian yaitu :
 
Skema Organisasi Fungsional, Skema Organisasi Jabatan, Skema Organisasi Nama, Skema Organisasi Nama dan Jabatan, dan Skema Organisasi Struktur




Sumber  :

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/05/tipe-bentuk-struktur-skema-organisasi/

Kamis, 04 April 2013

sofskill mingu ke 4


I. Hubungan Timbal Balik Antara Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja
     
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
   
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan
pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, di samping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :

a.  Menghindari terjadinya pemborosan di dalam pendayagunaan sumber-sumber daya dan waktu yang     tersedia

b. Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses
    pencapaian tujuan

c. Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
   Jadi hubungan antara manajemen, organisasi dan tata kerja dapat dilukiskanseperti di bawah ini :
1. Manajemen : proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.
2. Organisasi : alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerja sama.
3. Tata Kerja : pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.

Manajemen, organisasi dan tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan secara efisien.

II. Fungsi Satuan Organisasi dan Metode

     pengertian fungsi satuan organisasi dan metode adalah rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. 
Dari pengertian tersebut terkandung beberapa maksud yaitu :

1. Organisasi dan metode merupakan kunci atau syarat pelaksanaan kerja yang setepat-tepatnya. 

2. Organisasi dan metode penting bagi kegiatan manajemen.

3. Organisasi dan metode dapat memanfaatkan sumber-sumber dan waktu yang tersedia

4. Organisasi dan metode berguna dalam meningkatkan efisiensi kerja untuk mencapai tujuan. 
   
Dari uraian di atas terlihat jelas betapa eratnya hubungan antara manajemen, organisasi dan metode, bahkan sepertinya dapat dikatakan bahwa organisasi dan metode merupakan salah satu bidang pengkhususan dari manajemen.
    Manajemen pada hakekatnya merupakan proses kegiatan seorang pimpinan (manager) yang harus dilakukan dengan mempergunakan cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui kerja sama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain dan waktu yang tersedia dengan cara yang setepat-tepatnya

Kesimpulan        :
                Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan
pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis. Jadi hubungan timbal balik Antara Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja sangat di butuhkan.

Sumber            :
                         http://beruangkaki5.blogspot.com/2012/06/sistem-perilaku-organisasi.html

Rabu, 27 Maret 2013

sofskil mingu ke 3


1.      Hubungan Timbal Balik Antara Manajemen, Organisasi dan
a.       Tata Kerja
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula. Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, di samping itu
pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
1.         Menghindari terjadinya pemborosan di dalam pendayagunaan sumber-sumber daya dan waktu yang tersedia
2.         Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam prose pencapaian tujuan
3.         Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
Jadi hubungan antara manajemen, organisasi dan tata kerja dapat dilukiskanseperti di bawah ini.
1.        Manajemen : proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antarmanusia;
2.        Organisasi : alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerja sama.
3.        Tata Kerja : pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut
harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Manajemen, organisasi dan tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan secara efisien.

2.      Fungsi satuan Organisasi dan Metode.
Organisasi adalah sekumpulan orang atau badan yang mempunyai tujuan yang sama. Pandangan umum organisasi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

a. Sebagai wadah : tempat dimana kegiatan manajemen dijalankan.

 b. Sebagai proses : memperhatikan interaksi/kerja sama antar orang-orang yang menjadi anggota organisasi tersebut :
 1. hub. formal = hubungan yang ditetapkan secara resmi oleh top manajemen.
                2. hub. informal = mempunyai 3 peranan :
1) sarana komunikasi.
                2) mengatur jalannya kerja
                3) kebebasan bertindak oleh anggota organisasi tersebut.
c. Sebagai sistem :
                1.  sistem sosial (antar sesama manusia).
2.  sistem fungsional (antar fungsi-fungsi yang dikaitkan secara tertentu dan integral untuk     
     tercapainya suatu tujuan).
3.  sistem komunikasi (sistem tata saluran/arus informasi dalam organisasi).

kesimpulan : Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
Fungsi satuan Organisasi dan Metode sebagai wadah, Sebagai proses, dan Sebagai sistem


Rabu, 13 Maret 2013

SOFSKILL mingi 1 dan 2


A.    Pengertian organisasi  dan metode
Istilah organisasi berasal dari kata organon/bahasa yunani. Yang berarti alat, tools. Desain organisasi (organizational design) merupakan proses memilih dan mengimplementasikan struktur yang terbaik untuk mengelola sumber-sumber untuk mencapai tujuan.
Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
1.        Organisasi Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
2.        Organisasi Menurut James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3.        Organisasi Menurut Chester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
4.        Organisasi Menurut Prof. Dr. Sondang Siagian
Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk suatu tujuan bersama dan terikat secara formal.

B.     Sejarah Organisasi
(Nancy Dixon, 1994) organisasi adalah kemampuan untuk memanfaatkan kapasitas mental dari semua anggotanya guna menciptakan sejenis proses yang akan menyempurnakan organisasi”
(Peter Senge, 1990) “Organisasi di mana orang-orangnya secara terus-menerus mengembangkan kapasitasnya guna menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, di mana pola-pola berpikir baru dan berkembang dipupuk, di mana aspirasi kelompok diberi kebebasan, dan di mana orang-orang secara terus-menerus belajar mempelajari (learning to learn) sesuatu secara bersama”
(Burky dan Perry, 1998) Organissasi adalah sebuah kesatuan yang terdiri dari sekelompok orang yang bertindaksecara bersama-sama dalam rangka mencapai tujuan bersama

C.     Desain Organisasi Formal & informal
a.       Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.
Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.

b.      Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.
Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.

D.    TEORI ORGANISASI
Teori klasik kadang disebut teori tradisional yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun seribu elapan ratusan.Dalam hal ini,organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritis klasik sebagai sangat sentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialiassi,serta menberikan petunjuk mekanisme structural yang kaku tidak mengandung kreatifitas. Teori klasik berkembang dalam 3 aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama, yaitu :teori birokrasi,teori administrasi dan teori manajemen ilmiah.
Teori organisasi Neoklasik. Teori  neoklasik dikenal sebagai teori hubungan manusiawi dan dikembangkan atas dasar teori klasik.Anggapan dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya,sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama. Percobaan-percobaan di Howthrone yang dilakukan dari tahun 1924 sanmpai 1932 menandai permulaan perkembangan teori hubungan manusiawi.Percobaan ini merupakan kristalisasi teori neokalsik.Penemuan Howthrone telah menambah dimensi baru bagi teori organisasi.Dan pada akhirnya percobaan-percobaan Howthrone menunjukkan bagaimana kegiatan kelompok-kelompok kerja kohesif sangat berpengaruh pada operasi organisasi.
Teori organisasi modern disebut juga analisa system pada organisasi merupakan aliran terbesar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen.Teori ini melihat bahwa semua unsure organisasi merupakan satu kesatuan dan saling ketergantungan yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil,tetapi organisasi merupakan system yang terbuka.
Klasifikasi Teori Organisasi terdiri dari beberapa bagian besar, yaitu :
a.       Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)‏.
 Teori klasik (classical theory) berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800 (abad 19). Secara umum digambarkan oelh para teoritisi klasik sebagai sangat desentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas.
b.      Teori Organisasi Modern
Teori modern disebut juga sebagi analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat pada semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan & saling ketergantungan, yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan system terbuka.

KESIMPULAN : organisasi sudah berkembang dengan pesat. Ada dampak positifnya dan ada juga dampak          negatifnya tergantung dari kita menanganinya.
SUMBER         :    http://aloel129.blogspot.com/2012/04/2-pengertian-organisasi-dan-metode.html
http://juliaandrianiputri.blogspot.com/2012/10/teori-organisasi.html

Senin, 22 Oktober 2012

Softskill Tentang THE UNMANAGED COMPANY


THE UNMANAGED COMPANY
A few weeks before graduating from business school, Pablo Cervantes began his job search in the San Diego, Calivornia area. While he was reading through the classified advertisements, his eye caught one ad in particular.
Energetic, go-getter wanted to join newly formed firm in the waste disposal field. We anticipate 500 percent growth in the first few years. Person joining our team must forget about constraints and roles imposed by most firms. Write us about yourself, Box 7654, this newspaper.
Thinking “What can I lose?” Cervantes sent in his letter and resume. Much to his surprise, he received a thelephone call about one week later. Marty Berg, the caller, said the represented Solar Waste and would like to meet Cervantes. The two men arranged a convenient time. Cervantes followed the directions to a cinder-block building in a frige area of the city.
Berg escorted Cervantes to a corner of a virtually empty building. They sat on two battered chairs adjacent to a work table. “Don’t let apperances deceive you,”said Berg. “We’re into something big around here. We have a one-million dollar contract up front to experiment with a new sun-driven solid waste disposal system. It’is the wave of the future. The ad said we expect a 500 percent growth in the first few years, but that’s aconservative estimate. The cofounder of the firm ascientific genius. She thinks she has the right idea to cure the waste-disposal problems in any sunny climate.”
“Sounds great to me,”said Cervantes.”But what job do you have in mind? I have a business background. I can sell. I can solve prolems. I can help you manage the company. What skills are you looking for? What would be my job title?”
With a smile, Berg looked at Cervantes and said,”Pablo, that’s the point we were trying to make in the ad. Solar waste will have no job titles, no job descriptions, and no levels of manaement. We will all pitch in and do whatever is needed to get the job done. You have to get rid of your hang-ups about classical organization theory to work here.”
“You mean to say, you’re going to try to fulfill a one-million dollar contract without doing any planning, organizing, leading or controlling?” “Now you’re cathing on. Around here, the traditional organization is dead. We’ll work together as a group and do what needs to be done.”
“But could you at least tell me what my job title would be?” asked Cervantes. “Would I be manager? A sales rep? A specialist?”
“There you go again,”said Berg.”Those titles will have no relevance in our pioneering little firm. We are looking for talent and ambition. We have an unconventional product to offer society, so we want an unconventional firm to carry out our mission. There will be no fixed roles for anybody. “Okay, I get the point. But what about my starting salary if I joined Solar Waste. What would that be?”
“A lot would depend on what you think you are worth and how much money we have available to share among ourselves. We don’t want to pay people fixed wages every month. So much depends on how much they contribute and how much work we get in.”
At this point, Berg’s telephone rang. After chatting for minute, Berg said, “I have to take care of an emergency right now. Could you come back in twenty minutes? Then you can meet the cofounder of Solar Waste. I think I see some possibillities here. I know she would like to meet you.”
Cervantes walked across the street to get a soft drink from a servicestation vending machine. He thought to himself, ”Should I jump in my car and make a U-turn? Or should I look further into this potentially great opportunity?”


 TERJEMAHANNYA :
                                                                                                                                                                                         

PERUSAHAAN Unmanaged


Beberapa minggu sebelum lulus dari sekolah bisnis, Pablo Cervantes mulai mencari pekerjaan di daerah Calivornia San Diego,. Sementara ia membaca melalui iklan baris, matanya menangkap satu iklan pada khususnya.
Energik, go-getter ingin bergabung dengan perusahaan yang baru dibentuk di bidang pembuangan limbah. Kami mengantisipasi pertumbuhan 500 persen dalam beberapa tahun pertama. Orang bergabung dengan tim kami harus melupakan tentang kendala dan peran yang diberlakukan oleh kebanyakan perusahaan. Menulis kami tentang diri Anda, Box 7654, surat kabar ini.
Berpikir "Apa yang bisa saya kehilangan?" Dikirim Cervantes dalam suratnya dan resume. Banyak kejutan, ia menerima telepon thelephone sekitar satu minggu kemudian. Marty Berg, pemanggil, mengatakan Solar diwakili Limbah dan ingin bertemu Cervantes. Kedua orang mengatur waktu yang tepat. Cervantes mengikuti petunjuk untuk sebuah bangunan batako di daerah frige kota.
Berg dikawal Cervantes ke sudut bangunan hampir kosong. Mereka duduk di dua kursi butut berdekatan dengan meja kerja. "Jangan biarkan penampilan menipu Anda," kata Berg. "Kami menjadi sesuatu yang besar di sekitar sini. Kami memiliki kontrak satu-juta dolar di depan untuk bereksperimen dengan sistem matahari yang digerakkan oleh pembuangan limbah yang baru padat. It'is gelombang masa depan. Iklan itu mengatakan kami berharap pertumbuhan 500 persen dalam beberapa tahun pertama, tapi itu perkiraan aconservative. Para pendiri dari perusahaan ascientific jenius. Dia pikir dia memiliki ide yang tepat untuk menyembuhkan masalah pembuangan sampah dalam iklim yang cerah. "
"Kedengarannya bagus untuk saya," kata Cervantes "Tapi. Apa pekerjaan yang Anda miliki dalam pikiran? Saya memiliki latar belakang bisnis. Saya bisa menjual. Aku bisa memecahkan prolems. Saya dapat membantu Anda mengelola perusahaan. Keahlian apa yang anda cari? Apa yang akan menjadi judul pekerjaan saya? "
Sambil tersenyum, Berg memandang Cervantes dan berkata, "Pablo, itu titik kami mencoba untuk membuat dalam iklan. limbah Solar akan memiliki jabatan, tidak ada deskripsi pekerjaan, dan tidak ada tingkat manaement. Kita semua akan menyingsingkan lengan baju dan melakukan apa saja yang diperlukan untuk mendapatkan pekerjaan yang dilakukan. Anda harus menyingkirkan hang-up tentang teori organisasi klasik untuk bekerja di sini. "
"Maksudmu, kau akan mencoba untuk memenuhi kontrak satu-juta dolar tanpa melakukan perencanaan apapun, pengorganisasian, memimpin atau mengendalikan?" "Sekarang kau cathing di. Di sekitar sini, organisasi tradisional sudah mati. Kami akan bekerja sama sebagai kelompok dan melakukan apa yang perlu dilakukan. "
"Tapi setidaknya kau bisa ceritakan apa jabatan saya akan?" Tanya Cervantes. "Apakah aku menjadi manajer? Sebuah perwakilan penjualan? Seorang spesialis? "
"Ada kau pergi lagi," kata Berg "Mereka judul tidak memiliki relevansi di perusahaan kecil kami merintis.. Kami mencari bakat dan ambisi. Kami memiliki produk yang tidak konvensional untuk menawarkan masyarakat, jadi kami ingin sebuah perusahaan yang tidak konvensional untuk melaksanakan misi kami. Tidak akan ada peran tetap bagi siapa pun. "Oke, saya mendapatkan titik. Tapi bagaimana dengan gaji awal saya jika saya bergabung Solar Limbah. Apa itu? "
"Banyak yang akan tergantung pada apa yang menurut Anda layak dan berapa banyak uang yang ada untuk berbagi di antara kami sendiri. Kami tidak ingin membayar orang tetap upah setiap bulan. Begitu banyak tergantung pada seberapa banyak mereka menyumbang dan berapa banyak pekerjaan yang kita masuk "
Pada titik ini, telepon berdering Berg. Setelah berbicara sebentar, Berg berkata, "Aku harus menjaga keadaan darurat sekarang. Bisakah Anda kembali dalam dua puluh menit? Kemudian Anda dapat memenuhi pendiri Solar Limbah. Saya rasa saya melihat beberapa possibillities sini. Aku tahu dia ingin bertemu Anda. "
Cervantes berjalan di seberang jalan untuk mendapatkan minuman ringan dari mesin penjual otomatis servicestation. Dia berpikir untuk dirinya sendiri, "Haruskah aku melompat mobil saya dan membuat U-turn? Atau saya harus melihat lebih jauh ke ini berpotensi besar kesempatan? "

Pertanyaan Kasus
1. Apa pendapat Anda tentang filosofi pengelolaan Limbah Solar?
2. Apakah struktur organisasi Marty Berg telah di pikiran bekerja? Mengapa atau mengapa tidak?
3. Dari titik berdiri Anda, adalah Marty Berg menggambarkan sebuah utopia atau sebuah lubang ular? Jelaskan alasan Anda.
4. Apa shold Pablo Cervantes lakukan setelah ia selesai minuman ringan nya?
Jawab :
1.            Pengelolaan limbah solar di dalam kasus tersebut bisa mengalami pertumbuhan yang sangat pesat jika kita bisa mengelolanya dengan baik, jika sebaliknya perusahaan tidak dapat dikelola dengan baik akan mengalami penurunan pendapatan dalam tiap pertahunnya
2.            Iya, karena marty berg sudah memikirkan perencanaan untuk kedepannya untuk memiliki jabatan yang terbaik
3.            menurut saya layak dan berapa banyak uang yang ada untuk berbagi di antara kami sendiri. Kami tidak ingin membayar orang tetap upah setiap bulan. Begitu banyak tergantung pada seberapa banyak mereka menyumbang dan berapa banyak pekerjaan yang kita masuk "
4.            Iya harus melihat lebih jauh kedepannya karna kesempatan berpotensi sangat besar ,jika ada usaha pasti akan membuahkan hasil yang baik